Thursday, March 28, 2013

Cara Lain Menikmati Keju

Saya paling suka susu dan produk turunannya. Terutama keju. Sempet kepikiran pingin punya sapi totol-totol biar gratis minum susu setiap hari, tapi saya urungkan niat karena hal itu berlebihan dan ternyata cuma efek dari nonton Discovery Travel and Living. Kesukaan saya pada keju ternyata ngga berlaku buat anak-anak saya. Bukannya ngga suka siy.. Tapi keju bukan merupakan sesuatu yang "special" buat mereka dan keseringan lebih milih makan roti coklat misalnya ketimbang roti yang diisi keju.

Saya bukan tipe ibu-ibu yang akan tenang-tenang saja membiarkan anak-anaknya ngga mengkonsumsi sebuah makanan dengan alasan ada makanan lain yang mereka lebih suka. Sampai akhirnya datang titik ketidaksukaan mereka pada makanan itu bahkan antipati ngga mau sama sekali. Bagaimanapun caranya selama makanan tersebut sehat dan bermanfaat, mereka "wajib" buat suka. Atau paling tidak mereka bisa dengan ringan memakannya tanpa paksaan. Ngga menjadi antipati terhadap satu makanan.

Lalu apa yang saya lakukan?

Awalnya saya mencampurkan keju ke dalam kue-kuean. Standar. Cake Coklat Keju, Muffin Pisang Keju dsb. Tapi menyadari mereka ngga mungkin makan kue sesering itu, dan akan memakan waktu yang lumayan lama sampai akhirnya mereka terbiasa dengan keju, akhirnya lagi-lagi "pelarian" saya adalah nasi. Kenapa nasi? Ya karena selain nasi bisa dikonsumsi setiap hari, anak-anak saya ternyata konsumen nasi sejati. Maka jadilah Nasi Panggang Keju ini.

Nasi Panggang Keju

Enak? Pastinya dong. Anak-anak suka? Alhamdulillah. Akhirnya mereka bisa sukarela makan keju tanpa tawar menawar menukarnya dengan selai atau coklat.

Bahan-bahan dan cara membuat Nasi Panggang Keju :

● Beras Pandan Wangi (atau sejenis) 3 cup kecil
● Air Mineral 800 ml
● Bawang Bombay 100 gr
● Bawang Putih 6 siung
● Minyak Sawit 1 sdm
● Keju Cheddar 90 gr
● Garam 1/2 sdt (atau sesuai selera)
● Mentega (boleh diganti margarin ataupun di skip) 1 sdm

Cuci bersih beras, masak bersama air.
Tumis bawang bombay dan bawang putih cincang dengan menggunakan minyak sawit.
Masukan tumisan kedalam rebusan beras, biarkan air habis.
Setelah air habis, kukus sampai matang.
Setelah matang, masukan parutan keju. Aduk lalu ungkep sebentar sekitar 5-10 menit (bisa tetap diatas kompor atau pindahkan ke magic jar) angkat masukan mentega.
Masukan ke dalam cetakan, taburi keju parut. Panggang selama 10 menit sampai taburan keju kering kecoklatan.

Nasi siap dinikmati bersama Brokoli Goreng dan Tumisan Daging Lada Hitam. Yumm.. Saya tiba-tiba jadi lapar ngebayangin kepulan nasi gurih hangat beraroma keju.

Wednesday, March 27, 2013

Mengakali Anak-Anak Mengkonsumsi Sayuran

Bit, brokoli, wortel, labu kuning.. Anak-anak mana yang suka? Coba tunjuk tangan. Langsung deh saya kasih hadiah Cake Sawi pake topping Manisan Bit.

Kayaknya hampir semua anak-anak ngga bisa dengan suka cita mengkonsumsi makanan-makanan tersebut. Cuma anak-anak ajaib aja yang nge-fans sama sayuran, which is pastinya hal itu menjadi berkah banget buat ibunya, sehingga tidak memerlukan "kekerasan" untuk memaksa mereka makan sayuran tersebut.

Pengalaman pribadi, dulu waktu kecil sering akal-akalan sama mama atau eyang putri saya buat ngga mengkonsumi sayuran. Paling ngga, bisa diam-diam ngelepeh dan diumpetin entah dimana. Kalau berhasil selesai makan tanpa dapat omelan karna ketauan ngebuang sayurannya, maka itu menjadi kebanggaan buat saya kala itu.

Ngga mau pengalaman "buruk" terulang.. Akhirnya saya muter otak. Berhubung anak-anak saya bukan anak-anak ajaib penikmat sayuran, dan yang mana ternyata justru pecinta nasi sejati akhirnya saya punya ide buat nyampurin sayuran-sayuran tersebut di dalam nasi. Ngga mau rugi juga takut ada yang tetap dilepeh, sayurannya saya kukus dan dibuat puree. Aman. Dengan selamat sentosa.. sayuran-sayuran tersebut sampai ke dalam perut anak-anak saya. Saya berasa menjadi ibu paling hebat sedunia deh kalau sepiring besar Nasi Sayur tersebut habis dilahap anak-anak saya.

Nasi Bit

Nasi Bit Ayam Kukus

Siapa yang sangka akhirnya Nasi Bit ini jadi favorit Nabiya, anak saya yang kecil. Padahal biasanya dia paling anti sayuran. Kalo Najma, kakaknya siy asik-asik aja. Ngga terlalu sulit mbujuk dia makan makanan sehat. Ditemani Ayam Kukus, Nasi Bit ini enak sekali. Narsis Mode : ON.

Nasi Wortel

Nasi Wortel Tumis Labu Kuning
Ayam Cincang

Kalau yang ini Nasi Wortel. Enak. Manisnya wortel terasa. The best so far, dari semua nasi yang pernah saya buat. Paling enak dimakan barengan Tumis Labu Kuning dan Ayam Cincang.

Nasi Kacang Polong

Nasi Kacang Polong Telur Orak-Arik

Saya termasuk "pembenci" kacang polong. Sudah lama cari cara buat bisa menikmatinya tanpa beban. Jadilah Nasi Kacang Polong ini. Walaupun tekstur bertepungnya masih ada setelah dibentuk puree dan di campur nasi, tapi bolehlah. Ngga mungkin kan berharap sim salabim Nasi Kacang Polong ini berubah rasa jadi Nasi Goreng Teri kesukaan saya. Yang penting anak-anak tetap suka rela memakannya tanpa paksaan.

Sebenarnya masih banyak nasi-nasian lain yang saya buat, tapi belum punya kesempatan ikutan narsis. Nanti disempet-sempetin posting deh.

Bahan-bahan dan cara membuat Nasi (Bit/Wortel/Kacang Polong) :

● Beras Pandan Wangi (atau sejenis) 3 cup kecil
● Air Mineral 800 ml
● Bawang Bombay 100 gr
● Bawang Putih 6 siung
● Minyak Sawit 1 sdm
● Bit/Wortel/Kacang Polong 200 gr
● Garam 1/2 sdt (atau sesuai selera)
● Mentega (boleh diganti margarin ataupun di skip) 1 sdm

Cuci bersih beras, masak bersama air.
Kukus bit/wortel atau rebus kacang polong. Setelah matang haluskan menjadi puree.
Tumis bawang bombay dan bawang putih cincang dengan menggunakan minyak sawit.
Masukan tumisan kedalam rebusan beras, biarkan air habis.
Setelah air habis, masukan puree ke dalam nasi 1/2 matang tersebut. Aduk.
Kukus sampai matang.
Setelah matang, ungkep sebentar sekitar 5-10 menit (bisa tetap diatas kompor atau pindahkan ke magic jar) angkat masukan mentega.

Nasi siap dinikmati bersama lauk lainnya.